
Dalam upaya memperkuat ekosistem publikasi ilmiah nasional, Balai Publikasi Indonesia (BPI) sukses menyelenggarakan Workshop Pendalaman Penggunaan Fitur Open Journal Systems (OJS) 3. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Prime Park, Lombok ini menjadi momentum penting bagi para pengelola jurnal di lingkungan BPI untuk melakukan transformasi tata kelola jurnal, baik dari aspek teknis maupun manajerial.
Fokus pada Fitur Mutakhir dan Standarisasi
Workshop ini dirancang khusus untuk merespons kebutuhan pengelola jurnal dalam menghadapi tantangan akreditasi dan indeksasi global yang kian ketat. Pembahasan utama difokuskan pada optimasi alur kerja (workflow) editorial, manajemen metadata tingkat lanjut, hingga pemanfaatan plugin untuk menjaga keamanan dan integritas data pada versi OJS terbaru.
“Kualitas sebuah jurnal tidak hanya dinilai dari substansi artikelnya saja, tetapi juga dari bagaimana sistem informasi dan tata kelola teknis di belakangnya dijalankan secara profesional. Penguasaan fitur OJS 3 adalah kunci untuk mencapai efisiensi tersebut,” ungkap perwakilan Balai Publikasi Indonesia dalam sambutannya.
Menghadirkan Pakar dari Politeknik Negeri Jember
Hadir sebagai narasumber utama, Afif Sugi Hendrianto, praktisi sekaligus ahli sistem informasi dari Politeknik Negeri Jember. Dalam sesi pemaparannya, Afif membedah secara mendalam beberapa pilar utama pengelolaan jurnal digital:
-
Optimasi UI & UX: Memastikan tampilan jurnal responsif dan memudahkan interaksi antara penulis (author) serta peninjau (reviewer).
-
Manajemen Workflow Editorial: Pengaturan penugasan editor yang sistematis untuk mempercepat waktu tunggu publikasi (time to publication).
-
Keamanan Sistem: Strategi proteksi website jurnal dari ancaman peretasan dan pentingnya pengecekan integritas file secara berkala.
-
Indeksasi dan Interoperabilitas: Cara memastikan metadata jurnal terbaca dengan sempurna oleh mesin indeks global seperti Google Scholar, DOAJ, dan Scopus.
Menjaga Integritas sebagai Prioritas
Salah satu poin paling krusial yang disampaikan oleh Afif dalam materinya adalah mengenai pentingnya kesehatan sistem sebagai fondasi kepercayaan publik.
“OJS bukan sekadar tempat mengunggah PDF; ia adalah benteng integritas karya ilmiah. Jika sistemnya tidak sehat dan keamanannya ragu, maka kredibilitas jurnal tersebut sedang dipertaruhkan,” tegas Afif di hadapan para peserta.
Sesi Praktik dan Harapan ke Depan
Acara tidak hanya diisi dengan pemaparan teori, tetapi juga simulasi langsung pada dashboard jurnal masing-masing. Para peserta sangat antusias mendiskusikan kendala teknis yang sering ditemui, mulai dari masalah konfigurasi email notifikasi hingga pengaturan tema kustom untuk mempercantik tampilan jurnal.
Melalui workshop ini, Balai Publikasi Indonesia menargetkan kenaikan status akreditasi SINTA bagi seluruh jurnal di bawah naungannya. Implementasi fitur OJS 3 secara mendalam diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan publikasi yang lebih kredibel, transparan, dan mampu bersaing di kancah internasional.



